HASIL KONGRES KEBANGSAAN MAJELIS GEMA GONG PANCASILA 2016 DI JAKARTA

Sidang Majelis
Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila
Kongres kebangsaan Indonesia Tahun 2016

Dengan Rahmat dan Ridho Tuhan Yang Maha Esa
Demi Keutuhan dan Kelangsungan Kebangsaan Indonesia
Pada hari ini, Jumat 28 Oktober 2016, Jam : 14.00 Wib
bertempat di Gedung Museum Kebangkitan Nasional
Jln. Abdurrahman Saleh Raya No.26 Jakarta Pusat.

Menimbang :
a. Bahwa Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia dan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia saat ini terus menerus mendapat rong-rongan dan ada beberapa pihak yang berkehendak menggantikan Pancasila dengan Idiologi dan Faham lain.

b. Bahwa Tujuan dan cita-cita luhur Kebangsaan Indonesia mewujudkan Prikehidupan Kebangsaan yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur berlandaskan Pancasila juga Amanah Pembukaan UUD 1945 belum sepenuhnya dilaksanakan dan diwujudkan.

c. Bahwa Filosofi Bhineka Tunggal Ika Tan hana Darma Mangrua sebagai Pemersatu Bangsa Semakin Pudar dalam Kehidupan Kebangsaan Bangsa Indonesia.

d. Bahwa PANCASILA sebagai nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia harus ditegakkan demi membentuk Karakter Bangsa dan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

e. Bahwa Tugas Penyelamatan Kebangsaan Indonesia dan Negara Indonesia adalah menjadi Kewajiban dan tangung jawab seluruh komponen Bangsa Indonesia.

Memperhatikan :
a. Mendengar beberapa pidato–pidato, usulan-usulan dan masukan-masukan dari para Raja, Ratu, Sultan, Kepala suku, Pemangku adat ,para pembicara, Nara sumber, dan Akademisi serta golongan pekerja dan peserta Kongres dari Sabang sampai Merauke selama berlangsungnya dialog Nasional Kebangsaan Indonesia dan Seminar Nasional Keprihatinan Nasib Anak Bangsa 2016.

b. Maka demi Keutuhan, Kelanggengan, Keselamatan, Kehidupan Kebangsaan Indonesia serta perbaikan tata kelola kebangsaan Indonesia. Dengan ini Pimpinan Majelis Sidang Kongres Kebangsaan Indonesia.

Memutuskan :

Menetapkan :

13 Strategi penyelamatan Kebangsaan Indonesia
1. Perlu dan secepatnya dibentuk Majelis Permusyawaratan Bangsa Indonesia yang di dalamnya beranggotakan para Raja, Ratu, Sultan, Kepala suku, Pemangku adat dan utusan daerah (bagi daerah yang tidak memiliki raja, ratu, sultan dan kepala suku).


2. Demi kejelasan arah tujuan kebangsaan yang agar tidak melenceng dan menjauh dari Visi-Misi, Amanah, Cita-cita luhur, perjuangan kebangsaan Indonesia dan Revolusi 45, Maka perlu segera dibuat, diterbitkan Garis-Garis Besar Haluan Bangsa (GBHB) Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

3. Demi kejelasan arah dan tujuan serta tertibnya pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Negara maka perlu dan segera diterbitkan, dibuat Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

4. Demi dan untuk menampung aspirasi, kehendak, cita – cita, keinginan para golongan, pekerja, buruh, nelayan, petani, cendikiawan, budayawan dll. Sesuai Amanat Bung Karno yang tertulis dalam buku Ampera. Maka Dewan Perwakilan Rakyat harus beranggotakan dari golongan-golongan pekerja tersebut diatas (bukan dari partai politik).

5. Demi agar tidak ada pemanfaatan kekuatan TNI-POLRI atas nama atau mengatasnamakan Jabatan Seorang Presiden, Maka sangat perlu menempatkan kedudukan Panglima TNI dan KAPOLRI sejajar dengan Presiden dan bertangung jawab kepada Pimpinan Majelis Permusyawaratan Bangsa Indonesia.

6. Demi dan untuk mengembalikan marwah para Raja, Ratu, Sultan, Kepala suku, Pemangku adat dan meringankan tugas dan tanggung jawab Presiden. Maka tugas memberikan tanda jasa dan kehormatan penghargaan serta yang hak untuk menyatakan perang dan damai adalah menjadi wewenang dan tanggung jawab Pimpinan Majelis Permusyawaratan Bangsa Indonesia atas keputusan Majelis Permusyawaratan Bangsa Indonesia.

7. Demi dan untuk tegaknya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia maka yang berhak memberikan Grasi, Amnesti, Abolosi adalah Pimpinan Majelis Permusyawaratan Bangsa Indonesia atas keputusan sidang Majelis Permusyawratan Bangsa Indonesia.

8. Demi dan untuk kelancaran hubungan luar negeri dengan Bangsa Indonesia. Maka yang berhak menentukan, mengutus Duta dan Konsul adalah Pimpinan Majelis Permusyawaratan Bangsa Indonesia atas keputusan sidang Majelis Permusyawaratan Bangsa Indonesia.

9. Demi dan untuk menjaga persatuan, keutuhan, kemerdekaan dan kedaulatan kebangsaan Indonesia. Maka pejabat, pegawai, penentu kebijakan mulai dari anggota Majelis Permusyawaratan Bangsa Indonesia sampai tingkat RT harus orang Indonesia asli (Bumi Putera Bangsa Indonesia).

10. Demi keselamatan kebangsaan Indonesia, Seluruh para Raja, Ratu, Sultan, Kepala suku, Pemangku adat dan seluruh elemen bangsa wajib bergotong royong, bahu-membahu menyelesaikan seluruh permasalahan bangsa Indonesia secara bersama-sama dan bergotong royong terutama sekali masalah hak-hak adat dan tragedi Kerajaan GOA.

11. Demi untuk kelancaran tugas yang diemban oleh para Raja, Ratu, Sultan, Kepala suku, Pemangku adat , Utusan daerah dan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Bangsa Indonesia perlu dibentuk Dewan Pertimbangan Agung yang anggotanya terdiri dari para Cerdik dan Cendikiawan serta para tokoh Agung Agamawan yang berbudi luhur serta berjiwa Pancasilais sejati.

12. Demi keutuhan dan menjaga aset – aset bangsa serta hak-hak kebangsaan atas tanah adat. Maka perlu dan segera mengembalikan dan melaksanakan hak-hak kebangsaan atas tanah adat kepada pemiliknya yaitu para Raja, Ratu, Sultan, Kepala suku, Pemangku adat dan mendapat pengakuan Internasional.

13. Demi dan untuk membentuk jiwa, karakter, moral anak bangsa Indonesia, maka perlu segera mungkin diwujudkan, dilaksanakan ditegakkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kebangsaan Indonesia dan perlu dipertahankan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

14. Demikian hasil keputusan kongres kebangsaan Indonesia tanggal 28 Oktober 2016 di Jakarta, selanjutnya dihimbau, diharapkan di mohon seluruh para Raja, Ratu, Sultan, Kepala Suku, Pemangku Adat dan seluruh komponen anak Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke menyampaikan, menyiarkan, membacakan dan melaksanakan keputusan ini di wilayah masing-masing dan diseluruh wilayah Bangsa Indonesia juga dalam rapat-rapat yang diadakan dengan maksud dan tujuan agar kedalulatan, keutuhan, kebangsaan Indonesia bertahan dan ada sampai ratusan tahun kedepan.

Di tetapkan
Di Jakarta, 28 Oktober 2016
Atas nama seluruh peserta Kongres Kebangsaan Bangsa Indonesia
PIMPINAN NASIONAL MAJELIS
GEMA GONG PANCASILA

TTD

Wardi_Jien,SH

SIDANG MAJELIS
Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila
Kongres kebangsaan Indonesia Tahun 2016

• Pimpinan Nasional Majelis Gema Gong Pancasila Pimpinan Majelis Sidang : Wardi Jien ,SH
• Anggota Majelis Sidang I : Tengku Hafiznudin Usni
• Anggota Majelis Sidang II : DR Hj.Rastuty Rumagesan MBA
• Tim Nasional Gema Gong Pancasila (Notulen 1) : Raymond S Far Far,SH
• Tim Nasional Gema Gong Pancasila (Notulen 2) : Ade Dwi Putera
• Seluruh peserta Kongres sumpah Kebangsaan Bangsa Indonesia (Absen Telampir)

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *